Bupati Batang Gagas Ritual Regenerasi Pohon Beringin Alun-alun Batang

Batang - Pohon beringin yang merupakan ikon pemerintahan Kabupaten Batang yang berada di tengah Alun - alun Kabupaten Batang, kini kondisinya rapuh termakan usia karena sudah mencapai ratusan tahun. Karena memiliki history sejarah yang sangat tinggi dan makna simbolik yang luar biasa, oleh karena itu keberadaanya harus tetap eksis.

“Pohon beringin memiliki makna simbolik sebagai pengayoman, wujud perlindungan, keagungan dan kekausaan, maka keberadaanya harus tetap eksis," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Nashikin usai rapat regenerasi pohon beringin di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Batang, Senin (9/7) sore. 

Nasikhin juga mengatakan, karena keberadaan pohon beringin sekarang rapuh, namun untuk tidak meninggalkan nilai sejarah akan tetap kita pelihara sampai kapanpun, akan tetapi yang sudah rapuh atau mati akan kita bersihkan dan ganti yang baru. 

"Rencana dari Bupati akan ditambah lima pohon beringin, lima yang memiliki filosofi Pancasila sebagai dasar negara," kata Nasikhin.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam rapat revitalisasi atau reboisasi pohon beringin kita melibatkan pelaku sejarah, tokoh agama atau ulama sepuh yang ada di Batang serta keluaraga keturunan Bupati Batang terdahulu. 

"Teknisnya nanti selama penanaman kembali kita libatkan tokoh agama atau ulama sepuh untuk memanjatkan doa dan berbagai ritual, hal ini untuk menghormati dan membiarkan makhluk ghoib  hidup yang  menghuni pohon beringin sesuai alamnya masing - masing," kata Nasikhin.

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, pohon beringin mempunyai sejarahnya, makanya rencana reboisasi ini kita undang tokoh agama, pelaku sejarah dan para sesepuh yang tahu sejarahnya, agar kita dalam melakukan tindakan tidak menyalahi adat maupun kearifan lokal. 

"Dalam rapat juga disetujui namun yang masih tumbuh harus kita jaga supaya tetap tumbuh dan jangan sampai mati, saya mengusulkan penambahan lima pohon lagi dengan makna rukun islam ada lima dan lima Pancasila," kata Bupati Batang, Wihaji.

Bupati Batang, Wihaji juga menyampaikan untuk reboisasi akan mencari bulan, tanggal, dan waktu yang tepat, pasalnya menganut sebagai orang jawa yang harus juga mempertimbangkan hitungan orang jawa. Sebagai bentuk penghormatan dan kearifan lokal.

"Kita libatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pelaku seni, karena nanti rencananya ada ritual khusus penanaman pohon beringin, hal ini sebagai promosi guna menarik pengunjung atau wisata untuk mendukung tahun kunjungan wisata  2022," kata Bupati Batang, Wihaji.

Rapat ini diikuti oleh Ketua MUI Kabupaten Batang KH. Zaenal Iroqi, Imam Masjid Agung Batang KH. Mahbub, KH. Zaenal Mutaqim, KH. Abas Tholhah, KH dan tokoh sejarah lainnya. (Humas/Edo)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial