Tingkatkan IPM, Anak Putus Sekolah di Batang Wajib Ikuti Kejar Paket

Batang - Usulan Regulasi Anak Putus Sekolah Wajib Ikuti Kejar Paket dan Tutor Kejar Paket mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Batang, Suyono. 

Usulan ini muncul dari Kepala Sekolah SMAN 1 Batang, Siti Ismusaroh dalam Focus Group Discussion (FGD) Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Ruang Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Batang, Selasa (8/1/2019). 

"Usulan wacana regulasi bagi anak putus sekolah untuk wajib ikut kejar paket akan kami tindak lanjuti," kata Wakil Bupati Batang, Suyono. 

Menurutnya, anak putus sekolah dikarenakan kemauan dan kemampuan, oleh karena itu menjadi tugas bersama untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar anak yang putus sekolah bisa berminat kembali. 

"Tugas kita bersama mensosialisaikan, terutama dinas pendidikan untuk mengejar siswa putus sekolah agar berminat kembali untuk sekolah kejar paket ataupun sekolah formal lainnya, karena ini juga untuk mengejar target Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," jelasnya.

Untuk pemberian honor bagi tutor kejar paket lanjutnya, akan kita pikirkan solusinya, karena Bantuan Operasional Sekolah tidak boleh untuk memberikan honor dan kejar paket masuk dalam sekolah formal. 

"Akan kita pikirkan regulasinya yang tentunya tidak boleh bertentangan dengan aturan diatasnya," ujarnya. 

Sekretaris Kabupaten Batang, Nasikhin yang ikut dalam FGD ini juga mengatakan kalau di Jawa Tengah ada Program Nginceng wong meteng di Batang juga berjalan, tapi untuk mengurangi angka putus sekolah yang harapannya setelah SD masuk SMP selanjutnya SMA dan perguruan tinggi. 

"Kalau dulu anak putus sekolah karena bandel, kita punya program mengamati anak yang bandel dan menasehatinya secara bersama agar selalu merasa senang ke sekolah," ujarnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)


Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial