Calon Peserta Didik Harus Dapatkan Token untuk PPDB Online

Batang - Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online Tahun ajaran 2019/2020, SMK di seluruh Jawa Tengah menyiapkan proses pendaftaran yang dimulai sejak 17-28 Juni. Sedangkan calon peserta didik datang ke SMK hanya untuk mengajukan akun atau token, yang akan digunakan sebagai bagian dari proses pendaftaran online, yang akan diselenggarakan 1-5 Juli.

“Jadi dengan akun itu, anak-anak akan membuka website menggunakan akun yang dimiliki untuk mendaftar secara online dan memilih jurusan yang diinginkan serta tepat,” tutur Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 1 Batang, Wawan Setyawan di Ruang Laboratorium Komputer SMKN 1 Kabupaten Batang, Rabu (19/6/2019).
Wawan mengatakan, pihak SMK sangat bersyukur dengan diterapkannya proses pendaftaran online, karena membuat kerja petugas administrasi pendaftaran menjadi lebih efektif dan efisien.
“Proses pemeringkatan peserta didik juga dilakukan menggunakan sistem komputerisasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Jadi PPDB Online itu sangat memudahkan, kami hanya tinggal memberikan penjelasan kepada anak-anak calon peserta didik saja untuk memilih jurusan yang tepat,” terangnya.
Ia menambahkan, berdasarkan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa aturan PPDB Online diantaranya adalah menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter.
“Selain tinggi dan berat badan, yang terpenting yakni calon peserta didik bebas dari buta warna, karena kesehatan mata sangat diperlukan ketika mereka masuk ke jurusan yang mengharuskan ketelitian untuk membedakan warna. Misalnya jurusan teknik yang mengharuskan siswa supaya tidak salah dalam mennyambungkan beberapa kabel atau jurusan busana yang menuntut siswa supaya bisa membedakan warna benang dan kain,” paparnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, diperlukan cek kesehatan mata untuk mengetahui berapa minus, plus atau silinder mata jika anak mengalaminya. Dan pengukuran tinggi dan berat badan untuk mempermudah proses pendataan siswa.
“Tahun ini tes khusus yang dilakukan adalah mengajukan pertanyaan tentang karakter siswa, agar di masa depan kita mempunyai anak-anak didik yang berkualitas dan berkarakter,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri)

Catatan : tulisan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis

Bagikan ke Jejaring Sosial